Articleship

Knowledge Management & Innovation

4 Comments 24 March 2008

Manajemen Pengetahuan (KM) dan Inovasi
KM didefinisikan sebagai proses lewat mana perusahaan menghasilkan nilai dari aset perusahaan yang berbasis intelektual dan pengetahuan. Proses menghasilkan nilai dari aset intelektual dan aset pengetahuan ini melibatkan proses sharing atau proses membagi dengan cara menyampaikan aset-aset berbasis pengetahuan tersebut di antara para manajer, para karyawan, departemen, dan bahkan perusahaan-perusahaan lain dalam upaya untuk mentransfer best practices. Yang penting untuk dicatat di sini adalah bahwa definisi ini tidak bicara apapun tentang teknologi (teknologi informasi). KM didukung oleh teknologi informasi dan perusahaan memerlukannya, Tetapi teknologi informasi pada dirinya sendiri adalah bukan KM. Teknologi informasi adalah kondisi yang perlu (necessary condition) dalam KM, bukan kondisi yang cukup (sufficient condition) dalam KM.

Keterkaitannya antara KM dan inovasi adalah bahwa KM menunjang upaya dan daya inovasi perusahaan. KM dapat memberi kontribusi penting dalam setiap kegiatan rantai nilai inovasi. Basis KM yang kuat dalam perusahaan menjadi modal awal yang baik untuk setiap upaya dan implementasi inovasi. Dan hasil-hasil kegiatan inovasi pada gilirannya akan memperkuat atau dapat memperbaharui basis KM perusahaan. Praktik-praktik unggul dalam perusahaan (best practices) yang dapat ditransfer antar unit dalam organisasi atau perusahaan yang sama atau antar perusahaan berbeda tanpa adanya inovasi lebih lanjut akan menjadi usang dan tidak lagi dapat menopang kehidupan perusahaan. Pada situasi ini, inovasi harus dilakukan untuk merevitalisasi dan memperbaharui atau menciptakan praktik-praktik terbaik di dalam perusahaan (best practices).

Hubungan antara KM dan kinerja perusahaan (bottom-line performance) harus dilihat dari perspektif yang lebih luas dan sistemik yang memperhitungkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) yang relevan. KM sebagai dasar atau basis inovasi. KM dapat diumpamakan sebagai otak dari inovasi dalam perusahaan atau organisasi. Kinerja organisasi adalah konsekuensi logis dari keberhasilan teknis, komersial, dan ekonomi dari inovasi.

Author

- who has written 295 posts on avantifontana.com.

Author "Innovate We Can!" Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai (Gramedia Widiasarana Indonesia, 2009), Facilitator & Coach for Innovation, Pemerhati dan Periset Bidang Manajemen Inovasi (Universitas Indonesia).

Contact the author

Your Comments

4 Comments so far

  1. edy zaqeus says:

    Ibu Avanti, ini kunjungan balasan saya. Salut utk blognya. Semoga makin ramai pengunjung. Jangan lupa ditunggu bukunya.

  2. Terimakasih Pak Edy. Semoga blog ini makin ramai pengunjung. Buku-buku sedang proses…segera terbit!

  3. Ely Susanto says:

    Menarik sekali blognya…dan inspiring…ada sedikit pertanyaan terkait dengan Knowledge Management. Ada sebuah artikel yang mendiskusikan tentang locus of knowledge. Ada yang berpendapat bahwa locus of knowledge adalah individu, ada yang berpendapat locus of knowledge adalah kelompok atau organisasi. Dalam kaitannya dengan masalah inovasi, saya masih bingung bagaimana mensikapi diskursus tersebut. Apakah sebuah perusahaan harus lebih fokus ke individu karena berangkat dari premis individu sebagai lokusnya atau organisasi?

  4. Ferry N Idroes says:

    Pandangan Berbasis Sumberdaya (Resource-based View) menyatakan bahwa sumberdaya dan kapabilitas membantu perusahaan membangun keunggulan kompetitif dan menjaga kinerja pada tingkat yang lebih tinggi adalah bernilai, langka, dan berbiaya (tinggi) untuk ditiru. Agar keunggulan dapat melekat pada perusahaan, perlu dilakukan secara terus menerus kegiatan berbagi (sharing) atas tacit knowledge yang dimiliki oleh tokoh kunci perusahaan kepada sebanyak mungkin karyawan potensial yang dapat melanggengkan keunggulan tersebut.


Share your view

Post a comment

AF Twitter

© 2017 avantifontana.com. Powered by Wordpress.