AFQ 1st Season, AFQ 2nd Season, Articleship, Book Experiencing, Book Publication, CISMEDIA, Classes, Coaching Innovation, Events, Handbook of Innovation & Entrepreneurship in Indonesian, Innovate We Can!, Innovation Award, Innovation Systems, Membership, National Innovation Resilience, Research, Research Space on Strategy & Management of Innovation, School of Innovation, Workshop

Agricultural Innovation Systems

0 Comments 30 January 2018

Sistem Inovasi Pertanian
(Agricultural Innovation Systems)

Sistem Inovasi Pertanian merupakan jejaring para pelaku (organisasi dan individu), bersama dengan institusi-institusi pendukung (formal dan tidak formal) serta kebijakan di bidang pertanian dan sektor-sektor terkait yang menghasilkan kebaruan produk/proses/bentuk organisasi atau modifikasi signifikan dari produk/proses/bentuk organisasi yang sudah ada sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan/bermanfaat secara sosial dan ekonomi, berdampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan pemangku kepentingan secara sistemik, termasuk lingkungan sosial budaya dan lingkungan hidup.

Komponen Sistem Inovasi Pertanian
• Riset dan Edukasi melibatkan lembaga riset, universitas, dan pusat pelatihan vokasional;
• Bisnis dan Perusahaan termasuk berbagai pelaku rantai nilai, agribisnis, produsen, dan konsumen;
• Institusi Penjembatan (bridging institution) yang mencakup platform-platform pemangku kepentingan, aransemen kontraktual, berbagai pelayanan pemberdayaan dan advokasi pedesaan;
• Ekosistem Inovasi (enabling environment) yang mencakup kepemerintahan dan kebijakan selain kompetensi (perilaku, pola pikir, dan sikap).

Pelaku Sistem Inovasi Pertanian
• Pemerintah memberikan panduan strategis, memberikan dukungan finansial kepada peneliti dan advisor di organisasi publik dan swasta, serta infrastruktur data, laboratorium, dan ICT. Pemerintah juga menerapkan kebijakan dan regulasi yang mengatur lingkungan kondusif untuk inovasi seperti dukungan investasi, kebijakan pajak, dan kebijakan pertanian pedesaan.
• Peneliti, Bisnis dan Petani menciptakan atau menghasilkan inovasi-inovasi.
• Advokator dan lembaga penjembatan lainnya (intermediari, bridging institutions) membantu menyebarluaskan/mendifusikan inovasi di pertain, pemberdayaan dan advokasi. Lembaga Amal dan LSM berperan dalam mendanai inovasi dan memberikan informasi dan advokasi.
• Pasar dan Konsumen memberi sinyal adanya permintaan untuk inovasi dan diterimanya hasil-hasil inovasi yang ada/disediakan. Semua pelaku terlibat dalam derajat tertentu pada menciptakan dan berbagi serta menyebarluaskan informasi dan pengetahuan.

Free Workshop on Innovation is available at AvantiFontana.com
Contact Tel/SMS/WA 0811 9849 105 for further information.
Facilitator(s) coach participants to create their innovation initiatives systematically. Number of Participants: 10-20.

Author

- who has written 295 posts on avantifontana.com.

Author "Innovate We Can!" Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai (Gramedia Widiasarana Indonesia, 2009), Facilitator & Coach for Innovation, Pemerhati dan Periset Bidang Manajemen Inovasi (Universitas Indonesia).

Contact the author

Share your view

Post a comment

AF Twitter

© 2017 avantifontana.com. Powered by Wordpress.