Articleship, CISMEDIA, Coaching Innovation, Innovate We Can!, Innovation Award, National Innovation Resilience, School of Innovation

Planet Inovasi

0 Comments 01 March 2014

Planet Inovasi

PLANET INOVASI DALAM PANGGUNG PEMUDA KEBANGSAAN
“MENUMBUHKAN KEMBALI SEMANGAT KEBANGSAAN: MAJULAH PEMUDA, MAJUKAN INDONESIA!”
MINGGU, 23 MARET 2014
GEDUNG AUDIO VISUAL BPPT, JL. MH THAMRIN 8, JAKARTA 10430

LATAR BELAKANG

Konsepsi kebangsaan “Bhineka Tunggal Ika” yang merupakan salah satu senyawa dari ideologi bangsa Indonesia, yakni Pancasila, merupakan sebuah cerminan betapa Indonesia menghargai dan menghormati perbedaan, keragaman, dan kemajemukan dalam rerangka persatuan dan kesatuan Indonesia. Para “Pendiri Bangsa” Indonesia menyadari bahwa bangsa Indonesia terbentuk karena didasarkan pada persamaan nasib, persamaan sejarah, dan persamaan perjuangan. Artinya, nasib sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke inilah yang mendorong terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, bukan persamaan etnis, suku, agama, ataupun golongan yang melahirkan Indonesia.

Dalam konteks inilah, semangat kebangsaan yang menghargai perbedaan, kemajemukan, pluralisme dan keanekaragaman harus dijunjung tinggi dan ditanamkan secara simultan kepada anak-cucu generasi penerus bangsa Indonesia agar mereka semakin menyadari dan mencintai hakikat bangsa Indonesia yang luas dan bervariasi ini.

Hal ini sangat penting mengingat saat ini ada kecenderungan di kalangan generasi penerus bangsa Indonesia yaitu mulai menipisnya semangat kebangsaan dan bahkan tidak tahu makna dan hakikat dari “perbedaan dalam kesatuan” yang dilahirkan oleh para Pendiri Bangsa Indonesia. Maraknya konflik politik, kekerasan kolektif dan kerusuhan massal yang terjadi di Indonesia pada penghujung abad ke-20 ini telah mengindikasikan mulai menguatnya gejala disintegrasi bangsa yang bermuara pada gerakan-gerakan separatisme secara sporadis di beberapa daerah di Indonesia.

Bahkan realitas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini menunjukkan gejala memudarnya semangat nasionalistik serta minimnya “wawasan kebangsaan” di kalangan sebagian besar masyarakat Indonesia, sebaliknya terlihat pula semakin marak dan dominannya “wawasan keglobalan” dan “wawasan kedaerahan”. Akibat dari semakin rendahnya kesadaran nasionalistik dan wawasan kebangsaan, semakin dirasakan pula dampak dari berbagai krisis ekonomi, krisis politik dan krisis kepercayaan yang mulai mengancam keutuhan bangsa. Pemahaman wawasan kebangsaan tampaknya belum diimplementasikan secara optimal dalam kehidupan nyata masyarakat Indonesia sehingga belum menghasilkan kekuatan untuk membangun keutuhan bangsa.

Dalam kondisi demikian, muncul pertanyaan yang menyoroti wawasan kebangsaan dalam konteks kekinian, khususnya bagaimana peran kaum muda sebagai generasi penerus bangsa? Bagaimana melakukan revitalisasi wawasan kebangsaan kini dan ke depan serta merejuvenasi semangat kebangsaan?

Menumbuhkan Kembali Wawasan dan Semangat Kebangsaan

Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa dan masyarakat Indonesia tentang diri dan lingkungannya sehingga sangat penting dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Wawasan kebangsaan sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia yang beraneka ragam suku, agama, bahasa dan adat istiadat sehingga dapat dijadikan perekat antar komponen masyarakat. Wawasan kebangsaan dapat dijadikan sarana untuk menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa lahirnya bangsa Indonesia bukan didasarkan oleh persamaan etnis, agama, suku ataupun bahasa, melainkan didasarkan pada persamaan sejarah, yakni senasib dan sepenanggungan mengalami kolonialisasi.

Langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan Indonesia adalah dengan melakukan revitalisasi atau menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Revitalisasi wawasan kebangsaan dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai wawasan kebangsaan di segenap lapisan masyarakat dewasa ini. Ketika masa perjuangan kemerdekaan, wawasan kebangsaan dimanifestasikan dalam bentuk Sumpah Pemuda, maka pada masa kemerdekaan ini seharusnya wawasan kebangsaan dituangkan dalam struktur dan kultur kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Artinya, konsepsi wawasan kebangsaan bukan hanya sekedar rumusan yang berfungsi sebagai slogan belaka, tetapi juga harus dimaknai, dituangkan dan diimplementasikan dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wawasan kebangsaan pada masa kini dan ke depan bukanlah mengulang kembali secara tekstual apa yang terjadi dalam sejarah perjalanan bangsa mengusir penjajah, akan tetapi secara kontekstual menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah ditinggalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks ini, bangsa Indonesia harus mampu mengimplementasikan nilai instrinsik Sumpah Pemuda menjadi nilai praktis dan kemudian menempatkannya sesuai dengan tantangan zaman untuk diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah dan agenda revitalisasi harus dilakukan secara sinergis dan melembaga oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) bangsa Indonesia bersama komponen bangsa lainnya untuk menginternalisasi konsepsi Sumpah Pemuda kepada generasi penerus bangsa, di lembaga pendidikan formal maupun non formal pada semua strata yang ada di dalam masyarakat, lingkungan pekerjaan dan lingkungan masyarakat, guna menyatukan kekuatan dalam menghadapi tantangan melemahnya wawasan kebangsaan yang antara lain tercermin dalam melemahnya semangat kebangsaan.

Mendorong Peran Pemuda

Menilik kondisi perpolitikan nasional dewasa ini, sudah sewajarnya pemuda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari solusi atas permasalahan dan persoalan yang terjadi. Sudah saatnya generasi muda Indonesia bersatu padu menjadi aktor-aktor pencerdasan politik bagi masyarakat Indonesia sehingga politik tidak hanya berdampak negatif, namun lebih jauh dari itu, politik pada hakikatnya dapat menjadi sarana untuk mewujudkan berbagai harapan melalui partisipasi aktif seluruh rakyat Indonesia dalam merealisasikan Indonesia yang lebih baik, Indonesia maju, Indonesia unggul.

Pengejawantahan semangat tersebut harus diawali oleh gerakan keteladanan kaum muda dalam menyalurkan hak-hak politiknya. Dengan menjadi partisipan aktif dalam berbagai momentum politik diharapkan dapat menjadi stimulus awal membangun politik yang beradab di negeri ini. Efektivitas gerakan keteladanan pemuda pun lebih jauh dapat dilakukan dengan turut serta membangun dan mengembangkan hak-hak politiknya termasuk bergabung dalam organisasi sosial maupun politik yang menjadi pilar utama demokrasi. Melalui organisasi sosial dan politik pemuda dapat mewujudkan harapan perbaikan bangsa dengan memberikan solusi secara langsung serta bergerak terjun ke masyarakat menjadi aktor perubahan. Sarana ini sangat ampuh menjadi media upgrading pemuda dalam membangun kapasitas politiknya dengan tetap mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Gerakan keteladanan lainnya dapat dilakukan dengan berbagai hal yang bermuara pada kepastian bahwa proses politik di negeri ini berjalan dengan baik dalam nuansa negara yang demokratis. Hal tersebut antara lain: Pertama, mengawal transisi kepemimpinan baik daerah maupun nasional ke arah yang substantif yaitu terwujudnya pemilu maupun pemilukada yang bersih dan terhindar dari berbagai kecurangan seperti “kampanye hitam” dan “politik uang”. Pengawalan ini hendaknya berlanjut saat tampuk kepemimpinan diperoleh terutama berkaitan dengan kebijakan pemerintah serta terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berpihak kepada rakyat.

Kedua, menjadi garda terdepan dalam gerakan politik santun, penjaga moral dan etika politik dalam setiap proses demokrasi sehingga terhindar dari praktik politik kotor, menghalalkan segala cara dan menggunakan kekerasan atau premanisme politik. Ketiga, tidak terjebak dalam pragmatisme politik maupun ekonomi, menghormati hak dan kewajiban orang lain serta menghargai keberagaman di masyarakat. Keempat, melakukan inovasi sosial budaya melalui berbagai aktivitas kemasyarakatan sehingga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan daya keunggulan serta keberdayaan masyarakat.

Dalam realitas Indonesia masa kini dan ke depan, Yayasan Planet Inovasi (atau disingkat Planet Inovasi atau PIN) memandang gerakan keteladanan sosial-budaya-politik-ekonomi-hankam merupakan modal sangat penting dalam konteks “Menginspirasi Indonesia Baru” bagi seluruh warga bangsa. Oleh karena itu, Yayasan Planet Inovasi menyelenggarakan acara PLANET INOVASI DALAM PANGGUNG PEMUDA KEBANGSAAN sebagai upaya berjejaring bersama elemen bangsa lainnya untuk menumbuhkan kembali wawasan dan semangat kebangsaan.

HASIL NYATA DIHARAPKAN

* Bersemangat membangun Nusa Bangsa melalui inovasi dan kewirausahaan berlandaskan paradigma nasional mulai dengan jalur-jalur karya yang dapat dilakukan saat ini.
* Meningkatkan daya kritis Pemuda dalam melihat situasi bangsa negaranya.
* Menjalin kerja sama antar peserta guna berkarya kreatif dan inovatif.
* Menyebarluaskan semangat nasionalistik wawasan kebangsaan di lingkungan peserta masing-masing.

PESERTA

* Peserta Perdana: 500 Pemuda Pemudi (untuk selanjutnya disebut Pemuda) Usia 16-23 tahun yang berdomisili dan/atau sedang belajar/bekerja di area Jabodetabek, Banten dan Bandung. Selanjutnya, Planet Inovasi akan melakukan Roadshow Acara ini di seantero Nusantara berbasis skala prioritas situasional.
* Peserta diundang oleh Planet Inovasi berdasarkan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber: www.PlanetInovasi.Org

If you enjoyed this post, make sure to subscribe to my rss feed. Thank blogingbloging.com sharing this themes.

Author

- who has written 296 posts on avantifontana.com.

Author "Innovate We Can!" Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai (Gramedia Widiasarana Indonesia, 2009), Facilitator & Coach for Innovation, Pemerhati dan Periset Bidang Manajemen Inovasi (Universitas Indonesia).

Contact the author

Share your view

Post a comment

AF Twitter

© 2017 avantifontana.com. Powered by Wordpress.