Articleship

Knowledge, Innovation & Coaching

2 Comments 24 February 2008

Pengetahuan, Inovasi dan Coaching

Dalam membahas Pengetahuan dan Inovasi, kita dapat mulai membahasnya dengan bertanya apa itu pengetahuan, apa itu inovasi, bagaimana pengetahuan diciptakan, bagaimana inovasi lahir? Kita kemudian dapat bertanya bagaimana pengetahuan dibagi, ditransfer kepada pihak-pihak yang membutuhkan? Bagaimana membangun dan menciptakan kondisi organisasi yang memungkinkan tercipta dan diciptakan atau dilahirkan pengetahuan-pengetahuan baru, dibagi dan ditransfernya pengetahuan-pengetahuan itu dan diolahnya pengetahuan-pengetahuan itu sehingga menghasilkan produk, barang atau jasa atau bentuk pelayanan lain yang bermanfaat bagi orang lain atau pihak lain atau bagi orang-orang yang menjadi target “pelayanan” organisasi atau perusahaan. Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) menjadi kondisi yang perlu untuk menengahi proses dan output dari penciptaan pengetahuan (Knowledge Creation), pembagian pengetahuan (Knowledge Sharing), pentransferan pengetahuan (Knowledge Transfer)… Inovasi dapat kita lihat sebagai output langsung atau tidak langsung dari proses penciptaan, pembagian, dan pentransferan pengetahuan…bahwa proses-proses tersebut berperan dalam menghidupkan Rantai Nilai Inovasi. Inovasi diwujudkan dalam bentuk pelayanan (service) organisasi atau perusahaan dalam bentuk barang atau jasa atau proses produksi atau sistem distribusi atau gaya dan sistem manajemen yang menghasilkan perubahan besar dalam hubungan antara NILAI (yang dipersepsikan atau dirasa oleh orang-orang yang kita targetkan kita layani atau konsumen kita) dan harga (nilai moneter). Kesiapan dan kesediaan konsumen membayar (harga atau nilai moneter) adalah respons logis tanpa paksaan terhadap nilai guna produk atau layanan yang diberikan perusahaan, yang kita berikan. Tindakan atau hasil inovasi selain menyiratkan dan menyuratkan adanya perubahan drastis dalam hubungan antara nilai guna dan nilai moneter produk, ia juga dapat mengubah cara melihat individu, organisasi, dan industri serta komunitas atau masyarakat secara luas ke cara melihat yang lebih holistik atas segala sesuatu.

Knowledge and Innovation process and outcomes in the level of organization can trigger changes in society…in return, linear or in nonlinear fashion, it can trigger further knowledge creation, sharing and transfer and innovation in organizations and society. Coaching facilitates the creation and implementation of Knowledge, Innovation and Change in organizations and society.

Avanti Fontana

Author

- who has written 296 posts on avantifontana.com.

Author "Innovate We Can!" Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai (Gramedia Widiasarana Indonesia, 2009), Facilitator & Coach for Innovation, Pemerhati dan Periset Bidang Manajemen Inovasi (Universitas Indonesia).

Contact the author

Your Comments

2 Comments so far

  1. Ursula Silalahi (S5) says:

    Mendapat inspirasi dari apa yang disebut dalam buku sticky knowledge dan melihat cara yang dilakukan dalam penelitian tersebut untuk proses transfer pengetahuan, dengan ditambahkannya faktor “value” dari pengetahuan itu sendiri dapatkah kita membuat Rantai Nilai KM? Apakah sudah ada gambaran mengenai hal ini?

    1. Sticky knowledge sangat penting digali lebih lagi. Untuk saya buku ini sangat memberi inspirasi lebih luas mengenai tarnsfer pengetahuan.

    2. Dalam kenyataannya proses transfer pengetahuan memang sangat sukar dilakukan sehingga seringkali yang menjadi sasaran tembak adalah pimpinan (faktor leadership) yang selalu dianggap tidak menciptakan keinginan kelompok dalam unit kerja untuk melakukan transfer antar bagian, tetapi pada dasarnya “value” daripada transfer pengetahuan itu sendiri yang menjadi sangat penting sehingga tidak harus berharap kepada siapa-siapa, namun tercipta budaya untuk saling berbagi karena tahu/menyadari jika berbagi akan mendapatkan balik. Istilah saya menabur untuk menuai kembali. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menciptakan value dalam pengetahuan dan cara membudayakan “mau berbagi”.*

  2. Dudi Hendrakusuma (S5) says:

    Jika penyebab utama stickynes of knowledge transfer disebabkan oleh causal ambiguity, maka sungguh menarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dikarenakan adanya faktor penyebab yang belum diketahui dan masih menjadi misteri.*


Share your view

Post a comment

AF Twitter

© 2017 avantifontana.com. Powered by Wordpress.